Jan 12, 2016 Arif Ihsanudin Hiburan, Selebriti
Gemadesa.com - Wahjoe Sardono atau yang biasa disapa Dono Warkop, lahir di Solo, Jawa Tengah, 30 September 1951 , adalah aktor dan pelawak Indonesia yang membintangi beberapa judul film komedi pada era 1970, 1980, dan 1990-an. Selain dikenal sebagai pelawak dengan sentilan berbau politik, para personel Warkop DKI juga kerap turun ke jalan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pemerintahan.Salah satu personel Warkop yang dikenal paling vokal adalah Dono.
Menurut wartawan senior, Budiarto Shambazy yang dilansir Merdeka.com, menceritakan bagaimana Dono dengan gagah berani menyongsong serbuan tentara yang saat itu menyerbu kampus Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Di saat ribuan mahasiswa masuk tunggang langgan ke dalam kampus yang berada di Semanggi, Dono dengan berani melawan tentara, bahkan ‘menyerang’ pasukan hijau itu selang hydrant.
Budiarto yang berada di lokasi mengatakan ia dan ratusan mahasiswa yang berlindung di UAJ diberondong senjata api selama satu jam. Rentetan tembakan tersebut berlangsung sejak pukul 20.30 WIB.
“Dono memang bisa dikatakan nekat. Setiap kali berondongan senjata diarahkan ke kampus, dia malah menantang badai. Dengan wajah melas tapi kocak, dengan barisan giginya yang ‘maju tak gentar’, Dono dinobatkan mahasiswa menjadi penyemprot utama selang raksasa.”
Dalam buku ‘Warkop Main-Main Jadi Bukan Main‘ karya Rudy Badil dan Indro Warkop, Budiarto yang dipercaya menuliskan kata pengantar, masih mengingat dengan jelas kejadian bersejarah tersebut. Saat itu Jumat, 13 November 1998, ketika Jakarta masih mencekam karena peristiwa 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti. Saat itu, mahasiswa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden.
Budiarto menjelaskan, Dono menjadi aktivis politik yang ikut menyusun lahirnya Reformasi 1998 dan bertujuan menggulingkan Soeharto. Ia menyiapkan terms of reference untuk seminar-seminar, mengatur kunjungan ke DPR, hingga menyiasati demo-demo mahasiswa.
Aksi Dono yang turun ke jalan bersama mahasiswa pada 1998, bukan aksi demonstrasi pertama yang diikuti ayah tiga anak ini. Dono bersama dua personel Warkop lainnya, Kasino dan Nanu yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Indonesia turut serta dalam aksi Malari 1974. Demonstrasi itu menolak dominasi ekonomi Jepang di Indonesia.
Warkop menjadi elemen yang berperan cukup aktif pula mengkritik Orde Baru walaupun masih dalam batas-batas yang jinak melalui satir-satir politik.
( Izan/merdeka/kpnlagi )

|
Today
541Asia/Jakarta002016k
20%
Partly Cloudy
Partly cloudy. High 32C. Winds NE at 10 to 15 km/h.
|
|
|
Tomorrow
541Asia/Jakarta002016k
30%
Chance of a Thunderstorm
Sun and clouds mixed with a slight chance of thunderstorms during the afternoon. High 32C. Winds NE at 10 to 15 km/h. Chance of rain 30%.
|
