Feb 09, 2016 izan Kuliner, Wisata
Gemadesa.com - Klaten – Jika anda pernah melihat sinetron Tukang Bubur Naik Haji di televisi, kisah ini adalah kisah nyata tukang bubur naik haji . Adalah Mbah Wito dan Istrinya inilah tukang bubur naik haji yang berasal dari Klaten. Salah satu warung makan tumpang lethok yang sudah melegenda adalah Warung Tumpang dan bubur Lethok Mbah Wito yang berada di Kerun Baru, Belangwetan, Kecamatan Ngawen, Klaten, tepatnya adalah di depan pintu keluar motor Rumah Sakit Islam Klaten.
Bukan usaha yang mudah untuk mewujudkan impian menunaikan ibadah haji . Usaha Mbah Wito (70) mendirikan warung tumpang lethok ini sejak 24 tahun yang lalu. Dari warung tumpang lethok ini, Istri Mbah Wito sudah berangkat haji pada tahun 2006 yang lalu. Mbah Wito sendiri baru pulang umroh pada tahun 2015 yang lalu. Mbah Wito diketahui juga sudah mendaftar haji dan akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tiga tahun mendatang.
Bicara mengenai usahanya , sejak buka dari pukul 05.00 hingga 9.00 setiap harinya warung ini tak pernah sepi pengunjung. Jika anda mencari menu sarapan pagi di Klaten, makanan yang patut anda coba adalah Nasi tumpang dan bubur lethok Mbah Wito. Makanan ini terdiri dari nasi dengan sayur berbumbu kelapa yang kemudian disiram dengan kuah lethok yang nikmat.Untuk menikmati nasi tumpang lethok mbah wito ini anda cukup membayar Rp 4 ribu per porsi. Selain nasi tumpang lethok, Mbah Wito juga menjual bubur lethok dan segala macam lauk pauk.
Inilah kisah nyata Mbah Wito dan Istrinya , tukang bubur naik haji yang berasal dari Klaten.
(izan/klatenupdate)

Mama Izan , Lulusan Sekolah Tinggi di bandung . Pernah bekerja di perusahaan telekomunikasi . Tertarik dibidang teknologi, pertanian , memasak dan menulis . Bergabung di gemamedia news sejak Agustus 2014.
